Senin, 10 Oktober 2011

Panti YPMS

Panti ini didirikan pada tahun 1990, awal terbentuknya mulia sekali lho, hanya dari kelompok pengajian keliling dari rumah kerumah dimana kedepannya akan menjadi suatu wadah untuk beramal sholeh dengan cara berikhtiar untuk mengangkat harkat dan martabat saudara-saudara dhuafa kita dan dilakukan tanpa memunggut biaya apapun. Yang sudah berjalan saat ini adalah:
1) panti asuhan yatim piatu
2) masjid sebagai tempat ibadah dan pusat pendidikan agama
3) menampung, mengobati dan merehabilitasi mental penderita sakit jiwa
4) menyediakan tempat tinggal dan membina kaum dhuafa
Kunjungan pertama kami pada pertengahan ramadhan 2011 dengan membawa beberapa karung beras dan buah-buahan, walau kunjungan tersebut tidak menyempatkan kami secara detail melihat seluruh ruangan, tapi sekilas pandang itu sudah memberikan jawaban bahwa mereka layak disantuni. Kunjungan selanjutnya lebih detail dan kami bertemu dgn ketua YPMS - bapak Nugroho Budi Martono. Kondisi YPMS sangat memprihatinkan...kotor dan kumuh...bisa dimengerti sih, walau sudah terdaftar di Depsos tahu sendiri kan gimana prosedur Depsos itu? Yang gampang malah dibikin ribet dan keluarnya pun tidak setiap bulan, melainkan tahunan, dan untuk tahun ini pak Nugroho bilang prosedurnya semakin rumit dan kemungkinan tidak mendapatkan dana bantuan dari Depsos. Besarannya berapa? Tiap anak dihitung 2ribu rupiah/hari. Total ada 57anak. Depsos hanya menyetujui 20anak. Jadi 20anak x 2ribuRups/day = Rp.14.600.000,- setahun,, sisa 37anak lainnya gimana? Tidak makan gitu? Huhuhuuuuuu….. padahal dalam sehari mereka memerlukan 30kg beras ! Mereka tidak mempunyai donatur tetap, dan para donatur pun hanya bersifat tidak mengikat.
Photobucket
Berikut yang bisa kami gambarkan kondisinya : 1) Dari depan, masjid ada di sisi sebelah kanan, lantainya sebagian ada yang retak dan ambles gitu, kubahnya bocor, jadi kalau hujan, ya ngucur gitu deh…. 2) Dari depan, sisi sebelah kiri bawah adalah kantor sekretariat yang dihuni juga oleh pengurus, bagian atasnya dulu adalah asrama anak2 panti, kalau tidak salah hitung sih ada 5ruangan besar, tapi saat ini kondisinya kumuh dan kotor karena kalau hujan bocor ngocor gitu, jadilah seluruh ruangan atas tersebut tidak ditempati, hanya untuk menjemur pakaian dan sebagian kamar mandinya masih bisa dipakai.
Photobucket
3) Trus anak2 pantinya tidur dimana dong? Mereka pindah diseberang kali, persis bersebrangan dengan masjid itu ada ruang kelas yang terdiri dari 3ruangan, nah ruang kelas itu skrg beralih fungsi menjadi tempat tidur mereka, 1kamar kecil itu dihuni sampai lebih dari 10anak. Kondisi ruangannya gimana? Yaaa…kumuh jugalah… lalu anak2 itu belajarnya dimana? Mereka belajar ke masjid dan kalau masjidnya bocor, ya mereka harus ngepel dan bersihkan dulu baru bisa belajar…kebayang kan skrg udah masuk musim hujan.

Photobucket

4) Persis dibelakang ruang tidur mereka itu dapur umum, kondisi dapurnya juga samalah kumuhnya.

Photobucket

Pengunjung blog dan para donatur yang terhormat, panti YPMS adalah project saat ini yang kami jalani. Reportase secara berkala akan kami laporkan melalui media blog ini selain, email ke japri masing-masing donatur. Kami menerima segala bentuk sumbangan, dalam bentuk dana cash, bahan bangunan baru maupun bekas, apapun pemberian donatur akan kami olah sedemikian rupa untuk menolong panti YPMS ini. Oh ya, ada lahan tanah yang bisa kita tanam pohon obat-obatan atau sayuran untuk mereka bercocok tanam juga, ini project selanjutnya kalau ruangan sudah kita rapihkan yaa…

Jumat, 09 September 2011

Korban Tsunami

Kami dapat info tentang anak-anak korban tsunami ini dari cucu cantik kami Shamara, yang terus menerus mengingatkan agar kami menyempatkan berkunjung melihat anak-anak korban tsunami ini dan kebetulan sekali lokasi rumah penampungan mereka tidak jauh dari salah satu rumah pengurus kami di bekasi. Setelah melakukan sedikit komunikasi via telephone dengan pak Aven, akhirnya kami berkunjung untuk melihat kondisi mereka.
Photobucket
Pak Aven ternyata memang dulunya aktifis sosial anak-anak jalanan dan yang saat ini mandiri untuk mengayomi anak-anak tersebut. Awalnya hanya ketitipan 1anak saja dirumahnya, kemudian bertambah dan terus bertambah sampai menjadi 13orang, sehingga pak Aven harus mengontrakan rumah untuk mereka. Usia mereka yang terkecil kelas 4SD dan yang terbesar di SMA dan SMK.
Photobucket
Kondisi mereka setelah ditampung oleh pak Aven sudah jauh lebih baik ketika mereka masih luntang lantung kehilangan sanak keluarga. Sudah 1tahun mereka tinggal dirumah kontrakan tersebut tanpa sekolah, kami melihat rumah kontrakan tersebut rapih dan bersih sih, tapi tanpa perabotan, baju-baju mereka hanya disimpan dikardus atau tas belel. Mereka tidur beralas pintu bekas (untuk anak perempuan) dan beralas tikar tanpa kasur dilantai, hiiiiks.... sumpah ga tega... ga pake bantal guling atau selimut penghangat tubuh. Salah satu dari mereka berpostur kecil kurus walau usianya sudah 12tahun. Alhamdulillah, walau selama 1tahun mereka tidak sekolah, pak Aven sangat disiplin mendidik mereka untuk belajar sendiri setiap hari dirumah.
Photobucket
Pengunjung blog kami yang terhormat, kami yakin bahwa Allah itu akan memberikan rizki dari arah mana yang kami tidak tahu. Beberapa donatur memberikan bantuan tanpa perlu melihat apakah mereka itu muslim atau non muslim, kami begitu amat terharu atas keikhlasan para donatur yang mempercayakan donasinya kepada kami. Dengan donasi tersebut kami mengiring keseluruh 13anak tersebut ke pasar untuk membeli perlengkapan sekolah, mulai dari tas sekolah, alat tulis, seragam, sepatu, kaos kaki untuk mereka. Pulang dari membeli kebutuhan sekolah tersebut kami menyempatkan membawa mereka makan siang bersama disalah satu mall dibekasi, ternyata itu adalah kali pertama mereka menginjakkan kaki mereka ke mall, terdengar celetuk lugu mereka "eh ini makanan yang kita lihat di TV itu..." aaahh...ternyata mereka belum pernah makan makanan seperti itu... lalu mereka melihat aneka cake berjejer di show case salah satu cake shop, mereka berujar "itu pasti enak sekali...." oooh... ingin sekali membelikan, tapi dana kami terbatas, maafkan kami ya nak. Pada kesempatan longgar waktu, kami menemani pak Aven mencari sekolah bagi mereka, satu per satu kami datangi dengan harapan bisa mendapatkan sedikit keringanan biaya masuk sekolah untuk mereka. Alhamdulillah respon setiap sekolah yang kami datangi begitu baik walau belum bisa memberikan jawaban yang pasti, dikemudian hari permohonan kami ternyata ditanggapi dengan aneka keringanan biaya bagi anak-anak tersebut, alhamdulillah. Lalu bagaimana biaya SPPnya tiap bulan? saat ini kami baru sanggup memikul biaya SPP hanya untuk 3anak SMP saja, itupun kami pikul beramai-ramai agar ringan. Jika ada yang ingin berpartisipasi membantu biaya SPP sekolah mereka tiap bulan, silahkan hubungi kami ya. Terima kasih sebelumnya.
Photobucket
Tibalah saat ajaran baru dimulai, hari pertama mereka masuk sekolah. Kami mendapat laporan dari pak Aven, dimana mereka sebelum subuh sudah bangun, ngantri untuk mandi, rapih berpakaian seragam sekolah barunya berikut dengan seluruh atributnya, jam 05:30pagi mereka sudah rapih berjejer di depan pak Aven untuk sarapan dan kemudian berangkat sekolah. Pengunjung blog kami dan para donatur yang terhormat, pak Aven bercerita bagaimana beliau menahan gejolak haru melihat anak-anak tersebut rapih berjejer dan BISA BERSEKOLAH kembali !!! Berjuta terima kasih kepada para donatur akhirnya bisa membantu meneruskan cita-cita dan keinginan mereka bersekolah lagi, berjuta mata binar mereka ketika melihat kami berkunjung dan dengan riang dan santunnya mereka mencium tangan kami...doakan terus kami sehat dan tetap bisa amanah menjadi pemanjang tangan para donatur sekalian, untuk pak Aven, tetap semangat mengawal dan menjaga mereka ya, raih terus kesuksesanmu anak-anak bangsa, aamiiin.

Senin, 08 Agustus 2011

Rumah Singgah Belajar Pengamen

Project ini ditemukan tanpa kesengajaan, pada saat kami ada acara keluarga dan butuh penyanyi untuk memeriahkan acara, terpikirlah untuk membagi rizki tersebut kepada pengamen jalanan, dapatlah kami nomor telp dari pak Toni ini yang ternyata dari pekerjaan utamanya sebagai pengamen dari bis ke bis dimana hasilnya beliau sisihkan untuk membangun rumah singgah belajar bagi anak-anak tidak mampu dilingkungan tempat tinggalnya, dipinggiran kota bekasi.
Photobucket
Kami berkomitmen untuk memperbaiki kondisi ruangan belajar yang pada awalnya kami datang sungguh sangat memprihatinkan, 4ruangan sempit dengan kondisi kumuh dan anak-anak hanya duduk dilantai semen.
Para pengajar sebagian juga para penjaja asongan dan tenaga pengajar sukarela dari lingkungan sekitar dimana mereka pun tidak berbayar dan anak muridnya pun tidak dipunggut bayaran, jika ada yang memberikan bayaran, sifatnya hanya sukarela. Anak-anak yang belajar di rumah singgah tersebut usia TK dan SD, kurikulumnya pun tidak kalah dari TK ataupun SD resmi lho.
Photobucket
Alhamdulillah kami bisa merapihkan 4ruangan tersebut, saat ini kondisinya rapih bersih dengan 1ruangan TK yang penuh dengan gambar kartun.
Photobucket
Selamat berjuang terus pak Toni dengan Rumah Singgah Belajar Mutiara Mandirinya, selamat mencerdaskan anak-anak bangsa, semoga Allah membalas semua perjuangan bapak, aamiiin.